Saat ini jamaah haji kita sedang berada di tanah suci, mendekatkan diri pada Allah Swt di tanah suci. Meneladani prilaku nabi Ibrahim, Ibu Hajar, dan Ismail. Selain napak tilas peribadatan nabi Ibrahim, jamaah haji dan juga semua kaum Muslim disana seharusnya berusaha untuk melakukan perenungan dan akhirnya mencontoh sikap dan perilaku terpuji dari Nabi Ibrahim, Nabi Ismail tak lupa Siti Hajar dalam kehidupan sehari-harinya nantinya. Bagaimana menjadi Bapak yang bijak seperti Nabi Ibrahim, menjadi anak yang cerdas, sopan dan taat pada orang tua sebagaimana Nabi Ismail dan menjadi istri dan ibu yang penuh kasih sayang bagaikan Siti Hajar Ketiganya merupakan model terbaik dalam keluarga dan masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing dan ketiganya adalah makhluk terpuji yang rindu akan Tuhannya.
Kita sebagai bangsa yang sedang mengenang Nabi Ibrahin, Nabi Ismail dan Siti Hajar, di Indonesia juga dianjurkan untuk menjadi orang yang terbaik dan manfaat dengan mengemban amanat Ilahi sesuai dengan tugas dan peran kita masing-masing agar nantinya tercipta kehidupan yang harmonis.









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 