Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     

BERKORBAN TUK SESAMA

E-mail Print PDF

Pernahkan Anda demikian menyukai Benda, barang, atau apapun sehingga sangat rela berkorban.     Pernahkah Anda melepas uang Anda untuk berbagi dengan Tukang Sampah atau Pedagang Asongan yang telah tua renta ?
Pasti pernah, Ya, saya tahu tidak mungkin tidak pernah.


Idul Adha datang kembali dengan sejuta fenomena.

Banyak ditemukannya lagi teroris di Indonesia yang menimbulkan berita yang meminoritaskan kaum muslim di dunia khususnya masyarakat Indonesia, belum lagi banyak timbul masalah - masalah dalam negeri. Langkanya keberadaan pupuk bersubsidi, kecelekaan gas 3 kg yang meledak di berbagai kota&daerah, kasus Lapindo Brantas Sidoarjo yang belum tertuntaskan sampai cuaca yang tidak bersahabat  dan tidak bisa diprediksi sehingga banyak terjadi bencana alam di Indonesia.


Idul adha bermakna berkorban untuk sesama, memberikan sesuatu yang lebih kepada yang hidupnya papa atau kaum dhu’afa. Kenyataannya tidak semudah membalikkan tangan. Orang kaya dinegeri ini terlalu banyak untuk dihitung dengan jari atau kalkulator sekalipun. Segelintir orang yang mencoba untuk mempopulerkan diri melalui iklan ditelevisi, para artis yang menghamburkan-hamburkan uangnya demi sabu - sabu, heroin dan barang - barang haram lainnya. Sementara saudara - saudara kita banyak yang tidak mampu, terlantar bahkan untuk makan sehari saja, tidak punya. Tidak heran kemudian muncul kasus kekurangan gizi, dan busung lapar, tak sedikit yang meninggal karenanya, Astaghfirullah. Pertanyaannya,  Dimana nilai - nilai sosial kita, sebagai bangsa yang beradab, kemana perginya moralitas yang kita junjung tinggi? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tertuang disila ketiga Pancasila, hanyalah retorika belaka.

Mari buka mata dan hati. Sesekali kita introspeksi diri, berkontemplasi, merenung dan berkata…….,

Apa yang sudah kita lalukan untuk negeri tercinta ini? Apa yang bisa saya berikan untuk mengisi kemerdekaan yang direbut dengan susah payah oleh nenek moyang kita.?

Sebagai penerus bangsa yang mengisi kemerdekaan,  kita ternyata tidak pandai untuk mengisinya dengan kebaikan dan kebajikan, berkorban untuk sesama. di Idul Adha bukanlah sekedar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi memiliki makna, berkorban untuk sesama. Berkorban dengan apa saja yang kita miliki. Tidak perlu menunggu menjadi “Orang Kaya” untuk berkorban.

Ingatlah, Tuhan tidak pernah memberatkan hamba-Nya, kita berkorban sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan kita.

“ Terlalu banyak untuk mencari orang kaya dinegeri ini, tetapi terlalu sedikit mereka yang dermawan, yang mau memberi sedikit kelebihan yang dimiliki unuk diberikan kepada sesama”.

Banyak orang yang terlantar dinegeri ini. UUD mengamanatkan, kita memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Akan tetapi kenyataannya, negara ini belum mampu untuk mengentaskan bangsanya dari kelaparan dan kemiskinan.


Sekarang pertanyaanya, apa bisa kita Berkorban untuk sesama?

Berkorban adalah fitrah. Suratan dan manusia. Sangat manusiawi. Sebab ada sebagian orang-orang yang bersisi lain, yang membutuhkan dan yang lebih membutuhkan. Jadikan Korban Anda bermanfaat dan lebih bermanfaat daripada Anda salurkan ke tempat yang lain.

Salah satunya kita belajar berkorban untuk tetangga disekitarnya yang masih sangat membutuhkan. Untuk hanya sekedar sepiring nasi, yang bagi kita tiada artinya, tetapi bagi mereka, adalah kebutuhan primer untuk menyambung hidup. Bahkan jika salah satu diantara kita ada yang memiliki kelebihan sebagian hartanya dapat dititipkan di salah satu lembaga zakat di sekitar kita yang memiliki berbagai program unggulan untuk para mustahik.

Salah satunya harta tersebut dapat dititipkan di AMANY Divisi Sosial Percikan Iman, Jl.  Cihampelas No. 36 Bandung, Hotline (022) 70870070 / 70387041

Transfer Dana via Rekening AMANY

Zakat                                     BSM 007.007.0900 an. percikan iman/zakat

Infaq                                     BSM 007.007.1010 an. Percikan iman/infaq

Orangtua Asuh BsPI        BSM 007.007.1771 an. Percikan iman/orangtua asuh

Kemanusiaan                    BSM 007.024.0001 an. Percikan iman/kemanusiaan

Atasi Pengangguran       BSM 007.0233.233 an percikan iman/atasi pengangguran

 

Idul Adha dipenghujung tahun ini, Mari kita jadikan sebagai momentum berkorban untuk sesama!

 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman