Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     

Raih Kemenangan dengan Mengelola Keuangan

E-mail Print PDF

Oleh : DR Nursanita Nasution. SE., ME.

“Rasulullah SAW bersabda : Ramadhan  telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah.  Pada bulan itu Allah akan memberikan naunganNya kepada kalian. Dia turunkan rahmatNya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan doa. Pada bulan itu, Allah akan melihat kalian berlomba-lomba melakukan kebaikan. Allah akan membanggakan kalian di depan malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah . Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah SWT “ (HR Tabrani)

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, karena di bulan ini banyak 'tawaran istimewa' dimana jika kita beribadah maka akan mendapatkan 'laba alias keuntungan' yang  banyak. Untuk bisa beribadah secara optimal maka kita harus melakukan beberapa 'persiapan'. Para sahabat Rasulullah SAW, biasanya sudah serius mempersiapkan diri sejak 3 (tiga) bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Bahkan sebulan menjelang bulan Ramadhan mereka dengan serius berlatih 'puasa atau shaum' sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan di beberapa bulan, seperti pada bulan Sya'ban, pada bulan itulah Rasul SAW paling banyak melaksanakan puasa sunnah.

                Ini adalah Sunnatullah, ibarat seseorang yang akan berlomba di olimpiade, sudah masuk karantina dan berlatih serius tiga bulan sebelumnya. Stasiun TV sudah membuat rancangan acara di bulan Ramadhan tiga bulan sebelumnya, jika anda ingin menjadi 'penceramah di TV pada bulan Ramadhan' jangan bermimpi dapat jam tayang jika baru daftar sekarang. Artinya untuk bisa menampilkan yang terbaik haruslah dipersiapkan minimal tiga bulan sebelumnya.  Nah, saat ini kita telah berada pada bulan Ramadhan, apa yang sudah kita persiapkan ???

             Manusia pada garis besarnya terdiri dari ruh, akal dan jasad. Maka secara bersamaan ketiganya harus dipersiapkan untuk memasuki bulan perjuangan ibadah untuk meraih status tertinggi di mata Allah SWT, yakni orang yang bertaqwa. Ruh harus dikondisikan bergizi dengan melatihnya melalui berpuasa, membaca Qur'an, sholat malam, dsb. Sehingga ruh kita dalam kondisi prima untuk menguatkan fisik atau tubuh kita ketika beribadah. Akal kita juga harus diisi dan ditingkatkan pemahaman tentang Ramadhan serta keutamaan shaum Ramadhan sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT  dan dicontohkan Rasulullah SAW. Jasad atau tubuh juga harus dipersiapkan untuk mendapatkan kondisi prima agar dapat berjuang meraih kemenangan melalui keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepada kita sebagai umat nabi Muhammad SAW. Jasad atau tubuh tentu sangat terkait dengan ‘makanan, kesehatan, tempat tinggal, keamanan dan kenyamanan’.

                Dalam kehidupan ini untuk mendapatkan hal-hal tersebut sangat terkait dengan uang. Pepatah kan mengatakan uang bagaikan air, yang mempunyai sifat senantiasa mengalir. Maka, tidaklah mengherankan jika berapapun uang yang kita miliki tanpa disadari akan cepat habisnya, mengalir dengan cepat dari tangan kita. Uang pun bisa jadi musibah jika kita tidak mampu mengelolanya. Alangkah ruginya jika 'musibah' ini menganggu ibadah kita di bulan Ramadhan. Bagaimana cara mengelola uang agar uang mendorong kelancaran ibadah shaum kita di bulan Ramadhan ?

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan  :

1.            Ambillah secarik kertas hitunglah berapa jumlah uang yang bisa anda gunakan di bulan Ramadhan.

2.            Bayarlah hutang-hutang anda sehingga tidak ada tagihan bahkan 'debt collector' yang mengganggu kekhusyuan dalam menjalankan ibadah. Catatlah tanggal jatuh tempo dan siapkan dana untuk melunasinya. Adalah sangat  baik jika anda tidak memiliki kasus ditagih, tandanya anda sudah mengelola uang dengan baik (Jika hutang puasa anda tahun lalu belum lunas, segeralah berpuasa untuk melunasinya. Artinya, anda sudah mulai latihan berpuasa).

3.            Jika anda berniat 'mudik' menemui orangtua atau keluarga di kampung, maka list lah apa yang ingin anda beli dan hitung dana yang diperlukan. Belilah sekarang tiketnya jika anda akan menggunakan pesawat terbang. Prinsipnya, dari sekarang anda sudah merencanakan kapan akan berangkat, hindari berangkat menjelang hari Idul Fitri, berangkatlah sebelum masuk sepuluh akhir Ramadhan. Di saat inilah 'pahala istimewa' akan turunnya malam lailatul qadr - malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

4.            Aturlah jadwal anda, jika anda bekerja ambillah cuti sebelum masuk sepuluh akhir Ramadhan. Idealnya cuti memang diambil di bulan Ramadhan. Jika anda pengusaha, apalagi yang berpeluang mendapat keuntungan besar di bulan Ramadhan, persiapkan dan rencanakan dari sekarang segala sesuatunya sehingga tidak bertumpuk kegiatan dan kesibukan mencari uang  di bulan Ramadhan.

5.            Periksalah kembali berapa sisa uang atau kas' anda setelah dikurangkan segala keperluan Ied  (nomor 1,2,3) dan keperluan rutin bulanan lainnya seperti  biaya listrik, sampah/kemanan, telepon, uang  sekolah, uang transport, gaji khodimah atau pegawai anda serta THR untuk mereka.

6.            Kas atau dana ini pergunakanlah dengan prioritas pertama : membeli kebutuhan pokok (seperti beras, gula, susu, minyak goreng, sabun cuci ) . Setelah itu sisa uang yang ada dibagi empat, itulah kira-kira  uang yang bisa anda pergunakan untuk belanja setiap pekan di bulan Ramadhan nanti.

7.            Prioritaskan membeli yang manis-manis. Hindari membeli 'jajanan' mengingat kurang higienis, belum lagi tidak jelas 'halal' nya, adalah sangat baik jika anda berusaha membuat makanan ringan sendiri untuk makanan berbuka puasa keluarga. Berhematlah dengan tidak sering membeli, masaklah sendiri sebagai bentuk kasih anda kepada keluarga dan anda akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa yang memakan masakan anda.

8.            Usahakan untuk disiplin merealisasikan rencana penggunaan uang anda. Jangan tergoda saat belanja berlebihan di pekan pertama Ramadhan atau menjelang akhir Ramadhan dengan segala tawaran 'diskon' yang sangat menggoda.

9.            Komunikasikanlah dengan suami atau istri dan anak-anak anda sehingga semua anggota keluarga memahami keuangan yang ada, dengan harapan mereka akan  mendukung rencana keuangan ini.

 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman