Oleh : DR. Nursanita Nasution
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Pada saat datang bulan Ramadhan kita diundang menjadi tamu Allah SWT dan dimuliakanNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Di samping menjalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim karena Allah SWT berfirman bahwa diwajibkan atas muslim untuk berpuasa sebulan (lihat 2:183), kita harus mengoptimalkan diri untuk meraih kemenangan, menjadi orang yang taqwa. Karena itu marilah kita bertekad untuk melakukan yang terbaik, baik pribadi maupun keluarga kita untuk beribadah di bulan suci ini. Kesuksesan Ramadhan tergantung pada bagaimana kita sebagai orang tua merancang kegiatan keluarga dan pola pendidikan terbaik untuk putra-putrinya selama sebulan penuh.
Rasululah saw bersabda: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka ucapkanlah "Selamat datang" kepadanya. Rasulullah saw dan para sahabat dulu senantiasa bersiap menyambut Ramadhan sejak tiga bulan sebelumnya . Sebelum bulan Rajab tiba , mereka senantiasa berdo'a ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan.” Artinya; “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)”
Persiapkanlah pengetahuan tentang puasa Ramadhan, menyiapkan ruhiyah dan menyiapkan fisik kita dengan menjaga kesehatan dan kebugaran dimulai sebelum datangnya Ramadhan. Orangtua perlu membiasakan pola hidup sehat, antara lain sholat berjamaah, maka lakukanlah kebiasaan mendorong suami dan anak-anak sholat magrib dan subuh di masjid. Ajak anak-anak membaca Al Qur'an setiap hari untuk mengkondisikan keluarga agar mampu lebih baik di bulan Ramadhan nanti. Aktifitas Ramadhan banyak memerlukan kekuatan fisik, dengan kondisi fisik yang prima kita dapat melakukan ibadah tersebut tanpa terlewatkan sedikitpun. Seorang ibu harus sudah merancang menu makanan sehat untuk keluarga sehingga keuangan bisa dikendalikan dengan baik.
Rajin Beribadah
Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.
Aktifitas rutin harian seorang muslim adalah sholat. Keluarga harus mengkondisikan sholat berjamaah di rumah. Minimal sekali sehari mengajak keluarga untuk sholat berjamaah di masjid. Ideal memang jika setiap orangtua membawa anak-anak mereka sholat subuh ke masjid. Kebersamaan ini akan membangun ikatan emosional yang positif antara ayah dengan anaknya . Di sisi lain kesehatan akan baik karena berjalan kaki ke masjid di pagi hari adalah olahraga yang sangat baik. Apalagi di kota yang padat kendaraan yang mengakibatkan polusi udara di siang harinya.
Orang tua akan sangat bangga mendengar anaknya membaca Al Qur'an. Anak-anak cenderung menyenangi seuatu yang sering didengarnya, karena itu orang tua harus menjadi contoh cinta membaca Al Qur'an setiap hari. Kemudian panggillah anak-anak dan simaklah bacaan mereka walau hanya beberapa ayat. Buatlah lembar (kertan karton, white board) yang ditempel di dinding dan bisa dibaca setiap anggota keluarga. Berapa jumlah halaman Al Qur’an yang dibaca setiap hari dituliskan, hal ini akan menjadikan keluarga ber'musabaqoh' setiap hari untuk mengkhatamkan Al Qur'an. Orangtua harus menyiapkan 'hadiah' bagi pemenangnya nanti di akhir Ramadhan. Keluarga kita pun akan menjadi cinta Al Qur'an dan dicintaiNYA.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain”. Subhanallah
Kebersamaan akan terbangun bukan hanya untuk beribadah namun keluarga kita perlu membiasakan makan bersama , maka bulan Ramadhan tepat untuk memulainya dan pada setiap akan berbuka diawali dengan berdoa. Rasulullah saw bersabda : “Orang yang berpuasa doanya tidak ditolak, terutama menjelang berbuka.” (HR. Ibn Majah, sanad hadits ini sahih).
Sering Bersedekah
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
Sebagai makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan bantuan orang lain maka bulan Ramadhan merupakan bulan training untuk menjadi orang yang lebih baik. Sebagai orang tua kita akan senang jika melihat anak-anak kita santun, sayang kepada yang muda dan menghormati orang tua. Untuk berbuat baiklah, mulai kepada orang terdekat yaitu tetangga. Minimal sepekan sekali kita mengantarkan 'buah tangan' kepada mereka. Mintalah anak-anak untuk mengantarkannya ke rumah tetangga. Di samping bersilaturahmi akan memunculkan jiwa sosial pada anak.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” Kita tidak perlu kuatir dengan jenis 'buah tangan' yang akan diberikan , berilah apa yang ada. Allah swt akan member ganjaran kepada kita pahala walaupun yang kita berikan hanya sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu.
Bulan Ramadhan bulan yang berganda pahalanya, maka kita harus rajin bersedekah. Rasulullah saw di bulan ini lebih dermawan dibanding bulan-bulan lainnya, infaq mengalir dari tangannya bagaikan hembusan semilir angin yang mengalir setiap waktu. Perhatian kita kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan haruslah meningkat, seperti kepada fakir miskin, kaum dhu’afa dan anak yatim. Rasulullah saw bersabda : “ Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya'.
Di rumah, orang tualah harus mencontohkan bahwa mereka tidak memandang rendah pembantu-pembantunya. Justru di bulan Ramadhan lebih istimewa, kita perlu ikut mengerjakan pekerjaan di rumah mengingat mereka juga sedang berpuasa. Anak-anak dilatih untuk aktif membantu dan ini bagus untuk mengajarkan kemandirian dan kebersamaan kepada mereka. Gembira bertemu Lailatul Qadr
“Malam Lailatul Qadr adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”(Al Qadr)
Imam Ibn Katsir menafsirkan 'lebih baik dari seribu bulan (khairun min alfi shahrin), beliau melakukan hitung-hitungan tentang hakikat seribu bulan itu dan mengatakan: 1000 bulan = 84 tahun 3 bulan.. Artinya, jika pada malam itu kita sholat dan beribadah maka setara ganjarannya dan sama halnya kita tercatat sholat dan beribadah 84 tahun .
Rasulullah saw memberikan tuntunan agar lailatul qadr itu diburu pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Terutama malam-malam ganjil: 21, 23, 25, 27, 29. Baiknya setiap keluarga membiasakan sholat setiap malam karena siapa yang yang bangun menegakkan shalat setiap malam di bulan Ramadhan pasti dapat keistimewaan lailatul qadr.
Dalam bulan Islam (komariah), pergantian hari itu dimulai ba'da magrib maka biasanya sejak awal Ramadhan masjid sudah ramai melakukan sholat tarawih. Berapapun rakaatnya tidak perlu diperdebatkan, semua ada sunnahnya karena itu ajaklah keluarga kita untuk menegakkan sholat tarawih di masjid. Lebih ideal lagi jika di rumah dilanjutkan dengan qiyamul lail sebelum makan sahur nantinya. Dengan mendirikan sholat malam setiap hari, insyaAllah kita akan bertemu malam lailatul qadr.
Nabi saw. bersabda: “Man qaama Ramadhana iimaanan wah tisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambihi. (Siapa yang menegakkan shalat malam Ramadhan dengan kesadaran iman dan penuh harapan ridha Allah, akan diampuni semua dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari-Muslim).
Gembira Menyongsong Kemenangan
Nabi saw.bersabda : Wash shawmu junnatun (puasa adalah penangkal dari dosa dan api neraka). Lalu nabi melanjutkan : “Maka ketika kalian berpuasa hendaklah jangan berkata kotor dan tidak mengumpat. Bila ada orang mencaci katakan kepadanya: Maaf aku sedang berpuasa…” (HR. Bukhari-Muslim)
Sebulan berlatih semoga akan menjadi bagian dari kepribadian kita. Bulan yang suci ini akan membawa kita menjadi taqwa, kita menang melawan nafsu marah, kita menang melawan nafsu pelit, kita menang melawan nafsu malas, kita menang melawan cinta dunia. Maka nanti perginya Ramadhan membuat kita sedih, perginya bulan keberkahan namun kita akan bisa tersenyum jika kita sudah bekerja keras untuk 'menang'.
Jika kita sudah beramal shaleh dengan usaha maksimal, sebagaimana perintah Allah swt : “Fattaqullaha mas tatha'tum (maka bertaqwalah kepada Allah semaksimal kemapuanmu)” (QS. At Taghabun:16).
Fitri , kembali ke fitrah bagaikan seorang bayi yang tanpa dosa itulah harapan kita di satu Syawal nanti. Marilah kita bermohonlah kepada Allah SWT dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah SWT membimbing kita untuk melakukan puasa (shiyam) sebaik mungkin dan kita menengadahkan tangan berdoa:“Allahumma as'aluka birohmatikallati wasi'at kulla syai' antaghfira lii dzunuubii. (Ya Allah aku mohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu, agar Kau ampuni aku).”
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31].
Depok, Rajab , Juli 2010









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 