Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     

Urgensi Menyayangi Sesama

E-mail Print PDF
Menurut Ustad apa yang dimaksud dengan kemanusiaan?
    Sesuatu yang telah di fitrahkan oleh Allah SWT kepada manusia untuk bisa peduli dan menyayangi sesama.

Mengapa Allah SWT memberikan fitrah ini kepada kita? Dan bagaimana hubungannya antara fitrah kemanusiaan ini dengan peranan kita sebagai khalifah di muka bumi?
    Sesungguhnya Allah SWT, ketika memberikan sesuatu bahkan sebuah perintah pun, ternyata di dalamnya ada manfaat untuk yang mengerjakannya. Begitu pun ketika memberikan fitrah kemanusiaan ini kepada manusia sebagi khalifah. Karena ada 3 manfaat besar yang akan  kita peroleh dari kepedulian dan rasa sayang yang kita berikan terhadap sesama, yaitu
a.     Dibukakan selebar-lebarnya pintu rezeki, karena yang saya rasakan ketika membantu orang lain maka mencari rezeki terasa lebih mudah. Sesungguhnya ketika kita memberikan bantuan kepada orang lain berarti kita sedang membantu diri kita di hadapan Allah SWT.
b.    Dikuatkan diri kita untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah. Sebab bantuan-bantuan yang kita berikan bisa saja berbuah doa dari orang yang dibantu dan doa adalah senjatanya seorang mukmin untuk menghadapi kehidupan yang tak mudah.
c.     Dipanjangkan umurnya, maksudnya akan terasa keberkahan kehidupan kita oleh orang lain. Bahkan ketika kita telah tiada orang akan selalu mengingat dan mendoakan kita atas segala kebaikan-kebaikan kita dan kemanfaatan kita lebih panjang dari pada jatah umur kita.

Dalam ajaran islam, bagaimana porsi memberikan rasa kasih sayang ini? Karena kita sering mendengar bahwa menyayangi sesuatu  atau seseorang harus adil?
Untuk menjadi adil, maka kita harus memperhatikan hal-hal dibawah ini:
a.    Kebutuhan meningkatkan kualitas keimanan. Ketika kita menyayangi sesuatu atau seseorang, apakah rasa sayang tersebut memenuhi kebutuhan kita maupun orang lain untuk meningkatkan kualitas imannya atau tidak. Kalau malah sebaliknya (menurunkan kualitas keimanannya) maka kita telah berlaku tidak adil.
b.    Kemampuan diri mengelola (keluarga, teman, dll). Jangan sampai kita membantu orang lain tapi keluarga kita sendiri belum kita penuhi haknya. Atau kita sembarangan memberikan bantuan, padahal orang tersebut tidak layak diberi bantuan. Atau bisa saja kita tak memperhatikan kemampuan orang yang kita bantu, padahal ia bisa belajar mandiri dengan bantuan kita. Tapi kita malah memberikan bantuan berupa ikannya bukan kailnya.
c.    Dukungan sistem (sistem sosial budaya dan hukum). Dalam menebarkan kasih sayang kita harus di dukung oleh sistem, apakah itu budaya atau hukum atau negara? Contohnya : ketika kita mau membantu saudara kita di Palestina kita tidak bisa langsung membantu karena sistem yang menghalangi.

Ketika kita menyayangi sesama manusia dan makhluk lain. Apakah kita berperan sebagai objek atau subjek?
    Tentu saja kita berperan sebagai subjek,  karena kita yang menjadi pelaku itu atas pemberian peran dan tanggung jawab dari Allah SWT. Dan pada dasarnya menyayangi sesama itu merupakan keharusan bagi setiap muslim. Bukan orang lain yang membutukahn kasih sayang kita melainkan diri kita sendiri yang memerlukan rasa kasih sayang itu untuk disebarkan ke orang lain. Karena di hadapan manusia kita sebagai subjek dan ketika dihadapkan pada pandangan Allah SWT maka peran kita menjadi objek.

Menurut Bapak, apakah bisa dibenarkan bahwasanya ketika kita menyayangi sesama, kita memiliki kepentingan tertentu?
    Hanya satu kepentingan yang harus kita tanamkan dalam diri yaitu harus menjadikan diri diperuntukan untuk mengabdi pada Allah SWT, walau  ada kepentingan yang lain. Ketika ada niat yang lain maka hal itu akan mengurangi nilainya baik dihadapan Allah bahkan manusia yang lain akan menghinakan kita.

Apa tingkatan tertinggi  dari menyayangi?
    Keikhlasan, ilmu yang paling tinggi implementasinya dalam kehidupan kita. Keikhlasan ketika kita berbut  sesuatu .


Bagaimana caranya untuk melatih jiwa kepedulian kita terhadap sesama?
    Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk melatih jiwa kepedulian kita, diantaranya
a.       Biasakan merangsang membantu orang lain
b.    Evaluasi. Menimbang bahwa kita benar berbuat,
c.       Menilai  dari perbandingan, dengan yang lebih baik.
(Reporter : Sandi)
 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman