Apakah kita termasuk orang yang bertahan (mujadid)??? atau yang tergantikan ??? Berkali-kali mereka bersekongkol, sampai sekarangpun cara mereka makin canggih dan licik. "Mengapa Islam kerap menghadapi banyak cobaan dan serangan dari musuh yang tiada henti-hentinya? Tapi mengapa pula Islam selalu terjaga dari segala cobaan dibanding agama lain yang banyak berakhir dengan menyedihkan?".
Jawabannya adalah Pertama, Islam memiliki kekuatan yang serasi dengan situasi zaman sehingga mampu memberikan alternatif terhadap segala persoalan. Kedua, karena Allah SWT telah menjamin dan akan menjaga Islam dengan cara melahirkan kader dakwah yang tangguh. Karenanya, seberat apapun serangan yang ditujukan kepada Islam, Islam tidak akan hancur, namun pertanyaannya adalah apakah kita dan keluarga kita menjadi orang yang termasuk kader-kader dakwah yang tangguh(Mujadid) atau malah menjadi orang-orang yang terlena dengan buaian fatamorgana mereka yang semakin kuat bagai gelombang ombak dengan media Globalisasinya.
Selain Islam tidak akan ada yang mampu. Belajar dari sejarah dulu, Sejak kehadirannya 1400 tahun lalu, agama ini telah mengalami cobaan dan ujian berat. Sejak awal, Islam selalu menghadapi serangan-serangan dari segala penjuru di mana agama lain tidak pernah menghadapinya. andaikata bukan Islam, belum tentu agama lain sanggup bertahan dan menghadapinya. Serangan dengan bentuk kekerasan fisik, kudeta, revolusi, sampai dengan bentuk upaya pencampuran ideologi oleh para konspirator untuk merusak Islam telah banyak dicobakan. Bahkan terus berlangsung hingga hari ini. Terbukti sekarang banyak sekali aliran-aliran sesat berwajah Islam. Kalau di agama lain ada tidak ya aliran sesatnya ???. Saya yakin tidak ada, karena selain agama Islam semuanya tidak akan diterima oleh Allah, dengan kata lain Agama selain Islam itu sesat. Karena Islamlah pedoman hidup yang paling benar.
Bangsa Eropa tahu betul, hanya dengan mengganti agama Islam dengan agama lain, misi penjajahan bisa terlaksana di negeri-negeri Islam. Sebab Islam tak ubahnya sebuah keyakinan yang hanya melahirkan orang-orang kuat dengan kepatuhan agama. Sangatlah layak ketika mantan Perdana Menteri Inggris, yang sangat berkuasa di tahun 1882, Gladstone, penganut gereja Anglikan ini sambil membawa kopian Al Qur'an dan berbicara di depan ratusan anggota Parlemen Inggris kala itu. "Percuma memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu kita menguasainya, selama di dada pemuda-pemuda Islam masih bertengger Al Qur'an. Tugas kita adalah mencabut Al Qur'an di hati mereka. Dan kita pun dengan mudahnya akan menang menguasai mereka," ucapnya. Ucapan Gladstone itu kemudian menjadi rekomendasi penting Kerajaan Inggris tentang bagaimana kiat menundukkan negeri-negeri Islam di wilayah jajahannya, termasuk terhadap Mesir.
Telah lama Perang Peradaban terjadi…, sadarkah kita???
Para penjajah tahu betul betapa Islam adalah agama yang memiliki peradaban modern. Ideologinya tidak hanya mampu mengungguli kekuatan militer Barat, namun juga mengungguli peradaban dan intelektualitas mereka sekaligus. Karena itu, ancaman peradaban Islam seperti ucapan jujur Prof Dr Huntington dalam The Clash of Civilization and the Remaking of World Order (1996) adalah suatu yang rasional. Atas pengalaman berharga itu, penjajah kemudian mengganti strateginya. Strategi baru pasca Perang Salib itu adalah melalui jalan perang peradaban dan pemikiran (Ghazwul Fikri). Penjajahan berwajah baru ini tak kalah liciknya dengan penjajah konvensional.
Fatamorgana Selebritis yang melenakan (Mazhab Selebritis)?
Wajah baru penjajahan tersebut kini juga berbentuk budaya. Misalnya, penyebaran film-film, iklan, majalah, video klip, internet termasuk gaya hidup (life style). Jangan heran bila musik-musik Barat seperti; Ska, Rock, Underground, Metal, R&B dan Hip Hop secara pelan-pelan menggeser musik-musik Islam. Melalui budaya, Amerika memaksakan kehendak. Kalau perlu ancaman embargo bila tidak mau menjualkan film-film Hollywood ke negeri ketiga, khususnya Islam.
Secara cepat pula industri film yang didominasi Yahudi ini kemudian menjadi trendsetter gaya hidup umat manusia di seluruh dunia. Secara cepat pula, gaya hidup Barat dan Hollywood menjadi peradaban baru. Dengan dalih globalisasi, seolah-olah apa yang kita tonton, dan yang kita makan dan apa yang kita pakai atau dikenal dengan semboyan 5 F (Food, Fashion, Fun, Fly and Free), haruslah memakai standar Barat dan Hollywood.
Dalam bukunya Jihad vs McWorld, Benjamin R. Barber mengatakan, apa yang terjadi di dunia hari ini adalah pem-Barat-an budaya (Westernisasi). MTV, McDonald, Cocacola company, celana jeans, musik ska, dan R & B dan film-film Hollywood kini dinikmati oleh warga dunia ketiga. Budaya Barat tidak lagi milik segolongan orang Amerika, tapi sudah milik dunia. Termasuk negeri-negeri Islam. Apa yang menjangkiti dunia Islam hari ini adalah berkembangnya Mazhab Selebritis. Indikasinya adalah eksploitasi aurat dan kekerasan dalam media massa termasuk dalam TV kita. Hampir semua media yang membanjir dewasa ini, mengeksploitasi derajat rendah kaum hawa. Film-film Yahudi seolah-olah tontonan maha penting bagi semua orang dibanding rubrik ilmu pengetahuan. Kemudian Info Selebritis, atau gosip artis, seolah begitu berharga dibanding berita penting lainnya dalam kehidupan.
Terhadap mereka yang menerima gaya hidup Barat, mereka memberi julukan Islam yang Moderat, Gaul, Akomodatif, Modernis, Toleran, dan Demokrat. Yang menolaknya disebut Islam Radikal, Kampungan, Fundamentalis atau Islam Literal. Yang akhirnya, begitu dahsyat perusakan Moral melanda generasi muda. Seks bebas, dan narkoba sudah menjadi sesuatu yang biasa di mata para remaja. Entah bagaimana nasib umat ini ke depannya, bila tunas-tunas mudanya terus seperti itu.
-Redaksi-









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 