“Menjadi orang besar bukanlah segalanya, yang terpenting adalah menjadi fungsional dari bangunan dakwah ini (Edi Hadiyanto)”.
Setelah Rostini, kidalah Hodam Wijaya (Arjasari), Kamaludin (Ciganitri), Odis Munawar (Garut), Rahmat Somantri (Garut), ni Dunia kembali menebar 5 Kader Dakwah lainnya ke daerah mereka masing-masing. Lima kader dakwah ini adan Yusuf Abdullah (Garut). Tepatnya 28 Maret 2010 mereka diresmikan sebagai kader dakwah yang telah lulus pada program DUNIA (Da'i Untuk Indonesia) Lembaga Kemanusiaan AMANY Percikan Iman.
Acara pelepasan pun diselenggarakan sebagai rasa syukur. Bertempat di Asrama Dunia, Jl. Kurdi-Soekarno Hatta. Kami resmi ditebar ke daerah mereka masing-masing oleh Direktur Lembaga Kemanusiaan AMANY Percikan Iman dan beberapa staf lainnya.Sepekan kemudian Ustad Aam Amiruddin di Majelis Percikan Iman mengulas mengenai perjalanan kami selama mengikuti program DUNIA, serta membahas pula tujuan dari program ini yang memberikan ilmu dan bekal kepada kami agar menjadi Da’i yang bisa berperan dalam mengembangkan daerah kami masing-masing.
Semua ini adalah awal dari sebuah pekerjaan besar kami, berdakwah. Menyeru umat yang telah lama terlelap tidur dalam kelalaiannya kepada mercusuar Al-Islam yang akan menerangi kehidupan semesta alam beserta isinya. Inilah pekerjaan yang di emban mereka dan Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an. “Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah yang beruntung.”
Seperti yang dituturkan oleh Hodam Wijaya, salah satu kader dakwahDUNIA 9da’I untuk Indonesia) kepada Redaksi









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 