Beasiswa DUNIA, Da’i Untuk Indonesia
Kamu sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan sungguh kamu pun akan mendengar dari orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Alloh, gangguan yang banyak dan menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, sesunggguhnya hal itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (Q.S. Ali -imron : 186)”.
Jalan dakwah takkan lepas dari berbagai ujian. Ayat di atas menggambarkan mengenai tantangan dakwah yang akan dialami oleh seorang Da’i. Dia akan diuji dengan berbagai hal di kehidupan ini. Tak sedikit Para Da’i yang diuji dengan sempitnya harta. Susahnya mencari kerja, ketika dapat kerja mereka dihadapkan pada pilihan harus meninggalkan dakwahnya. Maka mereka lepaskan kesempatan untuk bekerja dan tetap setia di jalan ini dengan kesempitannya. Padahal diantara para Da’i ini ada yang telah memiliki anak istri yang harus mereka nafkahi dan banyak diantara mereka yang harus jadi tulang punggung keluarga.
Keterbatasan dan ketidakmampuan para Da’i dalam mengatasi ujian hidupnya akan menyebabkan dakwahnya tak dihargai lagi. Banyak orang yang memandang dakwah secara subjektif. Ketika yang menyampaikan ilmu adalah orang yang lebih rendah kekayaannya, terkadang hanya dipandang sebelah mata. Jangankan anak muda, orangtua pun tak lagi mau mendengar isi dari dakwah mereka.
Seiringnya waktu, para Da’i pun tak bisa lepas dari hukum alam. Yakni semakin tuanya usia mereka dan karena dakwah mereka tak berhasil, tak ada generasi yang bisa mengestafetkan risalah dakwah ini. Sehingga daerah mereka menjadi terbelakang akan ilmu agama. Biasanya generasi muda yang memiliki ilmu malah melakukan urbanisasi keluar daerah, karena merasa daerahnya tak potensial untuk mengembangkan karirnya. Kemajuan daerah mereka pun cendrung lambat dan tak tentu arah.
AMANY-Lembaga Kemanusiaan Percikan Iman, berusaha untuk menjadi bagian dari solusi masalah tersebut dengan menyelenggarakan Program Beasiswa DUNIA. Program ini bertujuan untuk membentuk kader dakwah yang mampu mengembangkan potensi dirinya dan potensi daerahnya untuk memecahkan persoalan yang ada di daerahnya tersebut.
Tiga tahun sudah program ini berjalan, selama itu pula para peserta DUNIA ini digodok untuk menjadi Da’i dan Da’iyah yang tangguh. Sampai sekarang Beasiswa DUNIA telah melahirkan kader-kader Da’i dengan kualifikasi menguasai bahasa Arab, Hafal Al Qur’an, berwawasan dan berakhlaq Da’i serta berkarakter Social Entrepreneurship.
Inilah yang AMANY bisa lakukan, sebagai usaha untuk menyalakan salah satu orang sebagai kader dakwah di daerahnya. Harapan terbesar kami adalah “Nyala satu, tumbuhlah seribu” kader dakwah. Kami pun berharap semoga semakin banyak orang yang bisa ikut menambah menyalakan satu harapan kami lagi dengan ikut berkontribusi di Program Beasiswa DUNIA. Sampai akhirnya cahaya tersebut menyebar ke seluruh pelosok daerah.
Redaksi/Iin









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 