Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     

Ajarilah Anak Mencatat pengeluarannya

E-mail Print PDF

Anak saya usia 6 tahun, tidak mengerti nilai uang. Dia belanjakan uangnya sekaligus setiap mendapatkan uang”. “Remaja putri saya berusia 14 tahun, baru-baru ini mengecewakan saya. Saya terbiasa meminta tolong dia untuk menyerahkan uang ke rumah teman usaha saya. Tapi akhir-akhir ini dia tidak jujur. Dia ‘menyunat’ uang itu untuk urusan tidak jelas. Dia mengaku setelah saya dan suami marah besar”

Itulah sebagian kasus  tentang masalah uang. Kalau kita melihat dengan jernih, anak tidak salah seratus persen. Karena ketika menjadi anak-anak, keinginan untuk memiliki, berbagi sangatlah besar. Persoalannya sekarang adalah “Bagaimana caranya agar anak-anak mampu mengenal fungsi dan makna uang saku tersebut ?”. Agar kasus-kasus diatas tidak terjadi pada kita. Berikut ini, akan saya ulas tentang cara mengajarkan anak  dalam mengelola keuangan sejak dini

 

Lima tahun yang lalu, seorang ibu mengkonsultasikan putrinya Fulanah, 4 tahun. Anaknya suka jajan. Sehari Rp. 4.000,-, kalau tidak diberi, ia menangis meraung-raung, sangat Memalukan. Ibu ini pun mengaku sudah menyediakan panganan kecil hampir setiap hari. Saya sarankan untuk memberikan uang saku kepada putrinya per tiga hari. Saya hitung kalau satu hari diberi Rp. 500,-, tiga hari berarti Rp. 1500,- Ibu itu menolak . Dalihnya, terlalu kecil untuk memegang uang sebesar itu. Saya menerima sikap kaget ibu ini. Reaksi wajar karena anak seharusnya mengenal mengatur uang jika sudah dewasa. Tapi apakah mungkin anak akan mengerti nilai uang di saat dewasa, jika tidak diperkenalkan sejak kecil ?.

Saya tidak memaksakan saran saya. Saya hanya mengatakan, “Bagaimana kalau kita coba saja dulu 3 hari ini”. Untuk memberi tahu lamanya 3 hari kepada anak, saya menyarankan untuk memberi tanda merah di kalender. Tanggal dimana uang saku diberikan dan kapan anak akan dapat uang lagi ditandai dengan kalimat yang berbeda. Alhamdulillah, ibu ini mau mencobanya. Beberapa pekan berlalu, ibu ini sangatlah kaget ternyata anaknya menjadi lebih hemat. Bahkan 3 hari berikutnya, anaknya masih menggenggam sisa tiga hari yang lalu.

Banyak juga keluhan ibu-ibu yang lain mengenai uang saku untuk anaknya. Terutama yang remaja, mereka agak boros dalam pengeluarannya. Untuk masalah ini, saya pun mencoba menerapkan kepada anak saya yang berusia 12 tahun, dengan memberi uang saku dalam sepekan. Saya memintanya untuk mencatat seluruh pengeluaran uangnya dalam satu buku. Dan saya akan memeriksanya setiap sepekan, sebelum memberikan uang di pekan berikutnya. Setelah menerapkannya, hasilnya ia pun kini menjadi terlatih matematikanya. Ia pun menjadi bertanggung jawab atas pengeluaran uangnya, jujur mengatakan apa saja yang telah dikerjakan dan dikeluarkannya dari uang itu. Meski dia tahu, saya mungkin kurang senang. 

Diambil dari buku 10 Kiat  Mengenalkan Fungsi Uang kepada Anak Karya Ery Soekresno, Psi.Irwan Rinaldi, SS.

 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman