Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     

Kenapa Prestasi Anak Saya Menurun ?

E-mail Print PDF

Sering kali ketika anak-anak prestasi belajarnya menurun, orangtua malah menyalahkan anaknya. Membanding-bandingkannya dengan teman-teman yang prestasinya gemilang, membatasi waktu bermain mereka dan memadatkan waktu belajar, bahkan tak jarang ada yang memanggil guru les private ke rumah.

Padahal ada hal yang terkadang terlupa oleh kita, yakni kondisi kesehatan anak-anak kita. Jangan-jangan prestasi belajarnya menurun karena ia kurang sehat, baik kurang sehat fisiknya maupun psikis. Hal ini mungkin saja terjadi. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah buku yang menuliskan mengenai anak lelah dan kurang perhatian. Isi tulisannya mengungkapkan bahwa anak yang kecapean akan cenderung malas dan merasa benci sekolah.


Begitu pun dengan cerita seorang ibu di angkot yang melaju ke arah salah satu rumah sakit di kota ini. Singkat cerita si ibu ini bertemu dengan temannya, dan timbullah obrolan tentang arah masing-masing yang hendak dituju. Ternyata si ibu sedang mengantar anaknya untuk berobat padahal si anak terlihat sehat dan baik-baik saja. Dari obrolan si ibu, akhirnya semua orang yang menaiki angkot tersebut jadi mengetahui kondisi anaknya yang ternyata mengidap anemia berat, dan baru diketahui setelah prestasi belajar si anak terus menurun drastis.

Bila anak anda seperti itu, maka berikanlah perhatian lebih dan bergegaslah memeriksa kesehatannya. Bila kesehatannya memang kurang baik, berikan pengobatan kepadanya dan jaga pola makanan anak anda. Ajari mereka untuk menjaga kesehatannya sendiri dengan mengajarkan menjaga pola makan dan memakanan makanan yang sehat. 

Dibawah ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak anda kurang sehat secara fisik maupun psikis, diantaranya adalah :

Pertama, jarak ke sekolah yang relatif jauh. Jarak yang jauh menyebabkan anak terlalu lama menghabiskan waktunya di perjalanan. Bayangkan, bagaimana anak bisa dengan nyaman belajar kalau waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan ke sekolah saja  hampir dua jam misalnya. sesampainya di sekolah ia akan kecapean. Dan seperti yang kita bahas sebelum-sebelumnya, rasa cape membuat anak-anak kita menjadi tidak semangat belajar dan kondisi tubuhnya tidak fit untuk beraktifitas. Karenanya, carilah sekolah-sekolah yang relatif dekat dengan rumah.

Kedua, kurang perhatian dari orang tua juga dapat membawa dampak buruk bagi anak. Kesibukan orangtua yang tiada hentinya tidak jarang membuat orangtua lupa memerhatikan berbagai keperluan sekolah anak. Terkadang pada moment-moment tertentu, sekolah mengundang orangtua untuk hadir di sekolah. Misalnya saja: rapat orangtua siswa bersama kepala sekolah, mengambil hasil prestasi setiap semesternya, dll. Ketika orangtuanya tak bisa menghadiri moment-moment tersebut, pernahkan kita bertanya apa anak kita akan baik-baik saja tanpa beban mental. Sebab mungkin hanya orangtuanyalah  yang tak datang.

Jadi, walau sesibuk apapun jangan pernah lupa untuk memerhatikan berbagai keperluan anak. Dari ia mau berangkat sekolah, periksalah buku PRnya, alat tulisnya, pakaiannya dan sarapan paginya. Ketika ia pulang sekolah, tanyakan tentang perjalanannya hari ini, bagaimana situasi dan kondisinya saat dia di sekolah, apa yang dia dapat di sekolah hari ini baik itu pelajaran maupun pengalamannya, adakah kesulitan selama dia mengikuti pelajaran. Bahkan tidak ada salahnya melakukan kunjungan rutin ke sekolah anak untuk menanyakan dan mengetahui perkembangan anak kepada guru atau kepala sekolahnya, sembari mengantarnya atau menjemputnya, daripada ke sekolah hanya ketika memenuhi undangan rapat.

Ketiga, ambisi orangtua. Terkadang ada hal yang tidak tepat, yang diputuskan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Kebanyakan orangtua selalu ingin mendapatkan anak yang memiliki ranking di sekolah. Kalau mungkin sih anak selalu mendapat ranking satu, dan masuk sekolah favorit. Tak peduli apa jaraknya jauh dari rumah atau tidak. Apalagi bila orangtua berusaha mengejar ambisinya dengan berbagai cara, misalnya les ini dan itu. Tanpa disadari, dengan ambisi itu anak akan memiliki sedikit waktu bermain dan bisa saja kehilangan dunia anak-anaknya, dia pun akan menjadi rendah diri saat tidak bisa memenuhi keinginan orangtuanya, belum lagi kondisi fisik yang menurun dan sakit.

Sepanjang ambisi ini sesuai dengan kemampuan anaknya, hal ini tidak akan menjadi masalah. Bila sebaliknya,  inilah akar permasalahannya.  Beberapa orangtua menjadi egois dan tidak mau memahami kondisi anaknya. Ingatlah, bahwa yang anda tuntut memenuhi ambisi anda tersebut adalah anak anda sendiri, bukan robot yang kalau habis baterainya bisa kita beli dengan mudah. Ketika ambisi itu telah kelewatan, anak akan dituntut untuk berusaha keras melebihi kemampuannya. Hal ini membuat anak mengalami beban mental dan stres berkepanjangan.

Keempat, lingkungan belajar anak yang tak menyenangkan. Misalnya kondisi sekolah atau keadaan di rumah. Kondisi sekolah yang berada di pusat keramaian kota, seperti dekat mal atau terminal bisa jadi membuat anak tak nyaman belajar. Bahkan mungkin tak aman juga saat pergi atau pulang sekolah sendirian. Mungkin saja ia sering dipalakin preman terminal. Atau bisa jadi karena ia dimasukan ke sekolah yang diinginkan orangtua, ia merasa tak betah. Belum lagi sekolahnya itu adalah sekolah favorit yang penuh dengan kompetisi. Bisa jadi ia stress duluan sebelum belajar. Sama halnya dengan lingkungan rumah yang tak kondusif, misalnya rumah terlalu ribut karena ada pertengkaran orangtua atau jumlah anggota keluarga di rumah yang terlalu banyak. sedangkan ruangan sangat kecil atau sempit. Bisa juga tata letak kamar anak yang tidak tepat, fertilasi udara yang tak nyaman, sehingga anak merasa tak nyaman belajar. Maka benahilah rumah anda dengan baik, minimalisir konflik anda baik dengan pasangan maupun si kecil. Dan ajarkan toleransi kepada anggota keluarga yang lain, saat yang lainnya sedang beraktifitas.

Redaksi/Sandi & Putri

 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman