Pintu SAMARA
MALL PRAKTIK
”Kebersihan adalah pangkal dari kesehatan””Di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang sehat”“Ingatlah 5 perkara sebelum 5 perkara : [1] Muda sebelum tua, [2] Sehat Sebelum Sakit, [3] Kaya sebelum miskin, [4] Lapang sebelum sempit, dan [5] Hidup sebelum mati ”.Kesehatan itu adalah nikmat dan anugerah yang sangat super duper besar dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus mensyukuri nikmat dan anugerah tersebut, salah satunya adalah dengan menjaga dan melakukan perawatan kesehatan kita dan keluarga kita. .“ Ehm …. Apa yang akan anda segera lakukan jika tubuh anda dirasa ada yang aneh atau sakit, baik yang dirasakan oleh diri sendiri maupun anggota keluarga kita ?! “. Tentu jawabannya yang paling umum adalah segera pergi ke dokter, rumah sakit, dan rumah ‘sehat’ lainnya. Hmmm…, pasti anda semua ingin pelayanan kesehatan yang terbaik bukan?!. Ketika anda berkunjung dan menggunakan jasa pelayanan kesehatan di tempat yang anda datangi, anda pasti tidak mau mengalami apa yang namanya kesalahan, kekeliruan, keteledoran, ataupun kelalaian dari pihak sang pemberi pelayanan kesehatan, baik itu dokter, perawat, tim medis, dan yang lainnya ketika anda menggunakan jasa kesehatan mereka. Nah, istilah populer yang di kenal demikian dalam dunia kedoteran dan medis, disebut MalPraktik. Apa sih MalPraktik itu ?!..
Read more...
|
TETAP SEHAT DI MUSIM HUJAN
Memasuki Bulan Oktober, berarti kita mulai memasuki musim hujan. Tentu saja kita harus mewaspadai kondisi alam dan lingkungan yang dapat membawa pengarus pada kondisi kesehatan kita. Pada musim hujan, apalagi diikuti dengan banjir seperti saat ini, merupakan ancaman yang tak bisa dipandang remeh buat kesehatan. Kondisi ini memungkinkan bakteri dan virus bertebaran di lingkungan sekitar kita. Virus dan kuman tersebut bisa datang dari lingkungan sekitar yang tidak sehat, bisa pula dari makhluk hidup seperti manusia atau binatang. Tips Mencegah Flu 1. Cuci Tangan Sebagian virus flu menyebar lewat kontak langsung, jadi usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin pakai sabun dan kalau bisa dengan air hangat.
Read more...
Saatnya Membangun Keluarga Sakinah
“Pernahkah anda merasakan adanya penurunan pemasukan di setiap bulannya ???,Pola konsumtif yang tidak dapat direm, padahal manajemen keuangan keluarga kurang terkontrol ???. Yang semuanya ini dapat menjadikan kita STRESS bahkan menjadi pangkal kondlik dalam rumah tangga. Hal ini tidak akan kita alami dan rasakan, jika kita mau belajar tentang “Bagaimana Sebenarnya Membangun Sebuah Keluarga Sakinah”. Mahligai rumah tangga yang terdiri dari suami, istri, dan anak merupakan komunitas terbaik dan efektif untuk mewujudkan harmonisasi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, harapan akan terwujudnya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa ar-rahmah, tenteram dan sejahtera, cukup akan sandang, punya papan, adalah harapan setiap keluarga muslim. Mereka pun berharap agar rumah tangganya di bawah naungan rahmat Ilahi, anak-anaknya tumbuh dewasa dalam ketaatan kepada Allah dengan kualifikasi yang ideal; cerdas otaknya, kuat fisiknya, dan mulia akhlaknya. Untuk mewujudkan ini semua, diperlukan sumber daya (washilah al-hayat). Caranya, seorang muslim harus terus berikhtiar mencari sumber daya yaitu dalam hal ini uang untuk mencukupi kebutuhan dan harapan – harapannya. Otomatis, seluruh aktivitas hidupnya seperti halnya mengelola ekonomi dan keuangan keluarganya akan menjadi sarana untuk mencapai keberkahan dan keridhaan Ilahi.
Read more...
|
Rencanakan Keuangan Kita !
Dalam sebuah keluarga jangan sampai kita merencanakan pengeluaran yang jumlahnya melebihi rencana pemasukan yang telah disusun sebelumnya. Jika hal ini terjadi, pasti akan terbebani utang (kewajiban yang harus dibayar nantinya). Perencanaan pengeluaran bagi keluarga sakinah terkait bagaimana mengatur aktivitas seluruh anggota keluarga mengonsumsi sumber daya secara efisien dan efektif. Dewasa ini, godaan untuk berbelanja semakin intensif dirasakan, iklan yang terus membombardir sering kali berpengaruh terhadap sikap konsumtif kita. Berikut ini kisah dari sebuah keluarga yang patut kita contoh dan layak menjadi pelajaran bagi kita. Ada seorang suami yang penghasilannya tiap bulan Rp. 900.000,- per bulan dari pertama ia berumah tangga hingga kini setelah 1,5 tahun menikah dan anak pertamanya lahir. Selama ini, suaminya menyisihkan Rp. 150.000,- untuk uang transportasi. Sisanya Rp. 750.000,- diserahkan istri tercintanya untuk dikelola. Sang istri pun berusaha untuk mengelolanya, ia pun memikirkan cara agar bisa menabung di tiap bulannya.
Read more...
Mengelola Keuangan dengan Cinta
“Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka, hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah“ (HR. Baihaqi dari Anas bin Malik) Di saat seseorang yang seharusnya sudah bisa menyempurnakan separuh Diennya, terkadang terbentur dengan ketidaksiapan dari segi ekonomi. Sebagian besar yang dipermasalahkan adalah pekerjaan yang belum tetap, sehingga dikhawatirkan tidak bisa menafkahi keluarga dengan baik dan belum pantas untuk segera melaksanakan pernikahan. Ada sebuah perhitungan yang sangat matematis mengenai biaya-biaya hidup yang dirasa linier. Kalau hidup satu orang, akan memerlukan uang satu juta rupiah sebulan maka kalau dua orang berarti dua juta rupiah sebulannya, dan seterusnya. Padahal, Allah membuat kesinergisan bagi orang-orang yang sudah menikah. Jika hitungan matematika bahwa satu tambah satu itu adalah dua, maka kalau secara hitungan sinergis, satu ditambah satu itu sama dengan Tiga, Empat, Lima dan seterusnya.
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >> |
|
Page 1 of 3 |
|
Rekening Amal AMANY
 | | Zakat : No.007.007.0900 | | a.n Percikan Iman/zakat | | Wakaf : No.007.007.3000 | | a.n Percikan Iman/wakaf | | Infaq : No.007.007.1010 | a.n Percikan Iman/infaq
| | OTA : No.007.007.1771 | | a.n Percikan Iman/orang tua asuh | | Kemanusiaan : No.007.024.000.1 | | a.n Percikan Iman/kemanusiaan | | Pengangguran : No.007.0233.233 | | a.n Percikan Iman/atasi penganguran |
Bersanding dengan Nabi di Syurga
 Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). Read More
|