Dalam sebuah keluarga jangan sampai kita merencanakan pengeluaran yang jumlahnya melebihi rencana pemasukan yang telah disusun sebelumnya. Jika hal ini terjadi, pasti akan terbebani utang (kewajiban yang harus dibayar nantinya). Perencanaan pengeluaran bagi keluarga sakinah terkait bagaimana mengatur aktivitas seluruh anggota keluarga mengonsumsi sumber daya secara efisien dan efektif. Dewasa ini, godaan untuk berbelanja semakin intensif dirasakan, iklan yang terus membombardir sering kali berpengaruh terhadap sikap konsumtif kita.
Berikut ini kisah dari sebuah keluarga yang patut kita contoh dan layak menjadi pelajaran bagi kita. Ada seorang suami yang penghasilannya tiap bulan Rp. 900.000,- per bulan dari pertama ia berumah tangga hingga kini setelah 1,5 tahun menikah dan anak pertamanya lahir. Selama ini, suaminya menyisihkan Rp. 150.000,- untuk uang transportasi. Sisanya Rp. 750.000,- diserahkan istri tercintanya untuk dikelola. Sang istri pun berusaha untuk mengelolanya, ia pun memikirkan cara agar bisa menabung di tiap bulannya.
Akhirnya ia mempunyai ide. Ia pun menyiapkan 30 lembar amplop sesuai jumlah hari di bulan itu. Ia tuliskan tiap amplop tersebut dari urutan nomer 1 sampai 30, dan diisilah amplop tersebut dengan uang masing-masing nominalnya Rp. 25.000,- sehingga jumlah keseluruhannya Rp. 750.000,- sama persis yang diberikan suaminya. Sang istri pun membuat komitmen agar menggunakan uang sesuai dengan tanggal yang tertera pada amplop dan pengeluaran tiap harinya diusahakan agar dibawah Rp. 25.000,- dan sisanya tetap ditaruh di amplop tanggal tersebut. Pada akhir bulan ketika ia membuka masing-masing amplop tersebut. Subhanallah, ternyata hanya pada 2 tanggal yang tidak tersisa sedangkan pada 28 tanggal lainnya terdapat uang sisa anggaran yang bila dirata-rata tiap amplop tersisa Rp. 5000,-. Selama satu bulan itu, ia dapat menghemat pengeluaran sebanyak Rp. 140.000,- untuk ditabung.
Kini, Alhamdulillah selama 2 tahun istri tersebut menerapkan sistem itu sehingga mereka pun dapat mengumpulkan tabungan sebanyak Rp. 3.500.000,- dengan rata-rata tiap bulannya dapat menghemat antara Rp. 100.000,- hingga Rp. 150.000,-. Uang tabungan tersebut,mereka gunakan sebagai modal membuka warung kelontong dirumahnya.
Semoga kisah ini, dapat menjadi contoh dalam merencanakan keuangan keluarga.
* Saloka, Terinpirasi dari buku Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga









Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari). 