Hadist Pilihan :
  • Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)...
  • Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)   ...
  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)     ...
  • Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)   ...
  • Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq'alaih)   ...
     


Pendidikan & Kesehatan Sebagai Fokus Utama

E-mail Print PDF

Ditemui di sela-sela kesibukannya di kantornya di bilangan citarum, ustadz yang ramah ini bersedia memberikan pandangannya mengenai kondisi zakat, infak shadaqah, dan wakaf ( ZISWAF), khususnya ziswaf percikan iman. Menurut beliau kondisi ziswaf dewasa ini sudah semakin maju, jika dibandingkan dengan kondisi dahulu, indikasinya terlihat bahwa dana zakat yang terkumpul sangat banyak,. “

Dulu ketika pertama kali berdiri, ZISWaf percikan Iman lebih bersifat insidental dalam menyalurkan zakatnya, jadi pendek kata kita berperan hanya sebagai distributornya saja”, ujar beliau. ‘Tetapi sekarang ini kondisinya sudah sangat berbeda, sekarang ini ziswaf percikan iman lebih sistematis dan sudah terlembaga dengan baik.” Karena telah lebih sistematis, akuntabel, dan  terlembaga dengan baik, masyarakat pun tak segan lagi menitipkan dana zakatnya, hal ini berdampak positif bagi kemajuan ziswaf.  Bahkan menurut beliau mustahik pun jika dibina dengan baik dapat menjadi muzakki.

Ketika ditanyakan mengenai pemanfaatan dana ZISWaf Percikan Iman, beliau berpandangan jika melihat kondisi bangsa Indonesia sekarang ini, ZISWaf Percikan Iman lebih memfokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan, karena jika kita lihat realita di masyarakat, pendidikan dan juga kesehatan merupakan sesuatu yang sudah sangat mendesak untuk diperhatikan.  Untuk mengukur parameter keberhasilannya memang diperlukan waktu lama, tetapi kita akan bisa melihat hasilnya di masa yang akan datang.” Tetapi hal ini bukan berarti ZISWaf Percikan Iman menafikkan bidang-bidang lain, seperti pengentasan kemiskinan, dan lain sebagainya,” tambahnya “Tetapi prioritas pertama memang pada bidang pendidikan dan kesehatan”.

Disinggung mengenai laporan pengelolaan dana ZISWaf, beliau mengatakan bahwa isi dari bulletin ini termasuk laporan pengelolaan dana, sedikit banyak telah membuat orang mengetahui bahwa ZISWaf Percikan Iman ini ada dan sangat bermanfaat bagi kehidupan umat. Dan hal ini berdampak positif bagi kemajuan ZISWaf secara umum.

 

Kesuksesan Kita adalah Mensukseskan Orang lain

E-mail Print PDF

Mempunyai visi ingin membawa ZISWaf  ke tingkat Internasional, itulah cita-cita terbesarnya saat ini. Sebagai Direktur ZISWaf,  Kang Dudi Nashrudin tidak hanya menjadikan visinya itu sebagai cita-citanya saja, akan tetapi telah menjadi sebuah keinginan yang benar-benar beliau inginkan. Tak hanya sebatas itu, beliau pun telah bergerak untuk meraih visi terbesarnya tersebut. Walau sedikit demi sedikit, tapi setidaknya langkah menuju kesana telah pasti diarungi.


Dengan program kerja sekarang,  pada tahun 2009 saya berencana membawa ZISWaf  ke tingkat provinsi terlebih dahulu, baru setelah itu ke tingkat Nasional dan kemudian tidak ada yang tidak mungkin bahwa ZISWaf bisa go Internasional.
Bervisi dan bermisi memang terlihat dari semua kata-katanya. Beliau mengibaratkan hidup bagaikan permainan jika tidak punya visi dan misi. Begitulah petunjuk dalam al-quran. Visi dan misi adalah tujuan yang akan dicapai dalam kehidupan, beliau pun menegaskan juga bahwa sebesar atau sehebat apa pun visi misi kita, kalau tujuan awal dan akhirnya bukanlah karena Allah SWT. semua akan sia-sia belaka. Makanya ketika ditanya mengenai visi hidupnya beliau menjawab “ visi hidup saya adalah Khairunnas anfauhum linnas”, menjadi sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat untuk sesamanya.

“Kehidupan di dunia ini merupakan kendaraan untuk menuju kehidupan yang hakiki. Maka hanya ada satu yang harus kita kerjakan, yakni hidup mulia atau mati syahid” ujarnya. ZISWaf sendiri baginya merupakan ladang untuk hidup mulia sebagai amil zakat, walaupun berbeda dari cita-cita sejak kecilnya. Dulu, Kang Dudi kecil ini bercita-cita ingin meneruskan perjuangan ayahnya menjadi TNI. Akan tetapi orang yang lebih senang menyendiri ini, ketika memasuki jenjang perkuliah mengubah cita-citanya menjadi pengacara. Maka ia memilih masuk ke IAIN jurusan hukum, dan menyelesaikan strata satunya di sana. Ternyata setelah aktif di BARIKADE PI,  beliau merasa lebih enjoy disana.

Akhirnya beliau memutuskan untuk lebih fokus berkiprah di ZISWaf PI. Ketika ditanya alasan lainnya beliau menjawab, “di ZISWaf saya bisa menambah ilmu dan kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh umat. Dulu sebelum masuk ke ZISWaf saya orangnya apatis, kalau sekarang tidak lagi. Di ZISWaf sendiri paradigma berpikir saya lebih terbuka, bahwa hidup ini tak hanya sendiri. Masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan kita”.  Makanya beliau berpesan kepada sesama kawan di LAZ, “seorang amil zakat dari perginya sampai pulangannya dijamin oleh Allah (syahid). Jadikanlah pergolakan potensi yang kita miliki untuk kesuksesan orang. Disanalah kebahagiaan yang haqiqi adalah ketika menikmati rasa lelah untuk bedakwah memperjuangkan hak orang lain”.

Dan kepada anak asuh dan mustahik: “jangan disia-siakan kepercayaan donatur, jadilah yang terbaik akan lebih bagus menjadi tahfidz Al-qur’an dan saya yakin kalian pasti bisa”.

Hal yang paling menyentuh hati ketika bekerja disana adalah saat berhadapan dengan para mustahik dan ketika melihat anak asuh yang luar biasa prestasinya, apalagi waktu penutupan BsPI V kemarin ternyata mereka luar biasa dan itulah yang membuat beliau berfikir tentang bagaimana caranya supaya mereka jadi orang sukses. Karena hidup kita belum bisa dikatakan sukses, bila  belum bisa mensukseskan orang lain.***

 

Rekening Amal AMANY

Zakat : No.007.007.0900
a.n Percikan Iman/zakat
Wakaf : No.007.007.3000
a.n Percikan Iman/wakaf
Infaq : No.007.007.1010
a.n Percikan Iman/infaq
OTA : No.007.007.1771
a.n Percikan Iman/orang tua asuh
Kemanusiaan : No.007.024.000.1
a.n Percikan Iman/kemanusiaan
Pengangguran : No.007.0233.233
a.n Percikan Iman/atasi penganguran

Bersanding dengan Nabi di Syurga

Rasulullah saw. bersabda, “Saya yang menanggung (memelihara) anak yatim dengan baik ada di surga bagaikan ini, seraya Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan Beliau rentangkan kedua kaki jarinya itu” (H.R. Bukhari).
Read More

Testimonial

Ruang Testimonial

Amany Event

Ruang Testimonial

Report Bulanan

Ruang Testimonial
Amany Percikan Iman